LokalGame Network | Gaming & Geek Culture From The Future!

Epic Games Menjelaskan Alasan dari Hukuman Ban yang Dialami Jarvis

0

LokalGame.com Beberapa hari lalu, jagat Fornite dikejutkan dengan kabar pelarangan bermain atau ban terhadap salah satu atlet dan content creator mereka. Pemain profesional Fortnite asal Inggris Jarvis Kaye alias Jarvis dijatuhi hukuman ban permanen oleh Epic Games.

Jarvis terkena ban setelah kedapatan memakai aimbot dalam salah satu video Youtube yang dirilisnya. Epic Games akhirnya memberi pernyataan yang sekaligus menjelaskan alasan kenapa mereka harus menjatuhi hukuman ban permanen kepada Jarvis.

Dilansir dari The Sun, perwakilan dari Epic Games menyatakan alasan dibalik ban yang diterima Jarvis. Mereka menyatakan bahwa ” kami sama sekali tidak menoleransi pemakaian program cheat karena itu sudah menjadi kebijakan kami.”

Mereka juga menambahkan,”ketika seseorang memakai aimbot atau program cheat lain ketika bermain, hal itu mencederai keadilan dan merusak penngalaman bermain orang yang bermain tanpa cheat.”

Dalam peraturan resmi mereka, Fortnite memang melarang segala bentuk cheat. Epic Games berhak untuk menghukum siapapun yang melanggar aturan ini. Hukuman maksimal yang dapat diberikan adalah ban permanen seperti yang dialami Jarvis.

Melihat pernyataan ini, sepertinya Epic Games tidak akan menarik ban terhadap Jarvis. Tindakan dari Epic Games ini mendapat reaksi beragam dari komunitas Fortnite. Ada diantara mereka yang mendukung hukuman permanen terhadap cheater seperti ini. Ada pula yang tidak setuju dan berpendapat bahwa Jarvis tidak pantas mendapat hukuman ban permanen.

Ninja Menjadi Salah Satu yang Menolak Hukuman Ban Permanen kepada Jarvis

Salah satu yang menolak hukuman permanen yang diberikan kepada Jarvis adalah sang superstar Fortnite, yaitu NinjaNinja sebenarnya mendukung tindakan Epic Games yang menghukum cheater. Akan tetapi, ia tidak setuju jika Jarvis dijatuhi hukuman ban permanen. Pria bernama asli Richard Tyler Blevins ini menyebutkan bahwa “Ia pantas mendapatkan ban, akan tetapi ia tidak pantas mendapatkan ban permanen.”

Ninja berargumen bahwa “Dia tidak menggunakan aimbot di turnamen resmi, jadi ban selama enam bulan sudah cukup untuk menghukumnya.”

Pria 28 tahun ini juga mengatakan “Dia masih sangat muda, wajar bagi anak seusianya untuk membuat kesalahan bodoh tanpa berpikir panjang.”

Ninja juga berpendapat bahwa jika content creator seperti Jarvis dijatuhi ban, itu akan berpengaruh negatif terhadap gim yang dijadikan konten, dalam kasus ini Fortnite. Ia juga mempercayai bahwa pemuda berusia 17 tahun itu berhak mendapatkan kesempatan kedua dari Epic Games.

Pemain yang Pernah Melakukan Teaming di Turnamen Resmi Hanya Dihukum Ringan

Sebenarnya pada kualifikasi Fortnite World Cup yang lalu terjadi sebuah kecurangan yang dilakukan oleh pemain profesional. Pemain dengan nickname XXiF dan Ronaldo kedapatan melakukan teaming pada kualifikasi Fortnite World Cup. Meskipun berbuat curang, mereka hanya dijatuhi sanksi larangan bermain selama dua minggu. Mereka juga lolos ke Fortnite World Cup setelah kasus ini.

Sebenarnya pada kualifikasi Fortnite World Cup yang lalu terjadi sebuah kecurangan yang dilakukan oleh pemain profesional. Pemain dengan nickname XXiF dan Ronaldo kedapatan melakukan teaming pada kualifikasi Fortnite World Cup. Meskipun berbuat curang, mereka hanya dijatuhi sanksi larangan bermain selama dua minggu. Mereka juga lolos ke Fortnite World Cup setelah kasus ini.

Baca Juga:  CS:GO Rilis Classic Knife Dalam Update-an Terbaru Mereka!

Leave A Reply

Your email address will not be published.