LokalGame Network | Gaming & Geek Culture From The Future!

Lore Soap COD Mobile, Berkali-kali Terluka Namun Tetap Mampu Bangkit

0

LokalGame.com Sosok lusuh namun tetap gahar tersemat di penampilan John “soap” MacTavish. Tokoh di Call of Duty ini sering menjadi idola bagi para gamer termasuk di COD Mobile. Namun seperti apa kisah hidupnya?

Tidak banyak yang tahu mengenai kehidupan Soap saat kecil. Dia hanya diketahui berasal dari Skotlandia dan tumbuh di keluarga Katolik.

Selama karir militer, Soap tergabung dalam Batalion 3, resimen parasut untuk SAS dan pernah terjun bertempur di Irlandia utara.

Soap memulai karir militernya bersama SAS tepat sebelum terjadinya perang sipil di Rusia. Dia menerima pelatihan singkat dengan senjata dan teknik dari Gaz, sebelum akhirnya diperkenalkan ke kapten John Price dan anggota pasukan Bravo lainnya. Dia disebut dengan nama “FNG” atau F***ing New Guy.

Setelah melalui test, Soap mendapatkan arahan untuk mengamankan kapal kargo. Di dalam kapal tersebut, setelah melalui investigasi disebutkan ada bom nuklir. Namun misi ini ketahuan dan mereka harus melarikan diri.

Dalam proses pelarian, Soap tidak mampu naik ke helikopter yang baru lepas landas sehingga harus tertinggal. Namun kemudian dia ditolong oleh kapten Prine.

Selanjutnya banyak misi lainnya yang diselesaikan oleh Soap, Bersama dengan Price dan Gaz. Sebut saja misi pegunungan Kaukasia, dimana dia harus menyamar menjadi orang rusia dengan codename “Nikolai”.

Kemudian ada juga misi ke Azerbaijan dalam pencarian Al-Asad. Di misi ini juga Soap menyaksikan sendiri jalannya interogasi dan juga eksekusi yang dilakukan oleh Captain Price, serta mempelajari bagaimana alur penyeludupan senjata.

Misi terakhir dari Soap adalah menjadi penyusup di perang sipil Rusia. Dia ditugaskan mengamankan nuklir ciptaan Imran Zakhaev. Soap menjadi tim support dengan dibekali senjata sniper.

Selain itu, misi spesifik yang harus dilakukan Soap adalah menangkap Viktor Zakhaev, anak dari Imran Zakhaev. Namun Soap gagal menangkap walau sudah menyudutkan karena Viktor memilih untuk bunuh diri sheingga tidak bisa membocorkan perihal nuklir.

Mengetahui anaknya mati, Imran Zakhaev mengancam akan meluncurkan nuklir ke Amerika jika tidak menarik pasukan dari Rusia, termasuk Soap. Namun dalam misinya, Soap, Price, Gaz, Griggs serta anggota pasukan lainnya justru semakin bergerak.

Setelah menemukan target fasilitas lawan, Soap menanam C4 dan meledakkannya. Kemudian rekan-rekannya regroup dan menyaksikan dua peluncur bom nuklir ada di tangan Zakhaev.

Mengejar waktu, mereka kemudian menjinakkan misil tersebut, namun gagal menahan Zakhaev yang selamat walau sudah terluka karena terkena tembakan.

Menghadapi musuh yang banyak, Soap terluka karena ledakan bensin. Namun dia diselamatkan oleh Griggs, yang tragisnya justru terbunuh.

Soap yang terluka kemudian menjadi saksi mata bagaimana Gaz dan dua anggota pasukan lainnya dieksekusi karena tertangkap oleh Zakhaev dan bodyguard-nya.

Namun Soap selamat karena pasukan Zakhaev diwaktu bersamaan juga diserang oleh pasukan loyalis dan pasukan ultranasionalis.

Kamarov, yang datang Bersama pasukan loyalis, mendatangi Soap dan meletakkan Soap ke atas tandu untuk menjamin dia baik-baik saja dan selamat dengan luka-luka yang diderita. Setelah pulih, Soap mengira semua rekan-rekannya, termasuk Price, sudah gugur. Soap akhirnya dipulihkan dan kembali ke Inggris.

Soap kemudian hidup dalam trauma dan merasa bersalah karena teman-temannya mati sementara dia masih hidup.

Selepas masa trauma tersebut, Soap kembali ke militer dan bergabung dengan Task Force 141 sebagai kapten. Dia masih memiliki ambisi mengejar Zakhaev. Bahkan Siap berhasil menghabisi General Shepherd

Dalam sebuah misi bernama operasi Kingfish, Soap Bersama Ghost, Roach, Sandman, dan Frost dikepung oleh bom dan harus mengevakuasi diri. Dalam proses evakuasi, Soap terluka karena RPG.

Namun ujung hidup Soap ternyata masih Panjang dan dilalui bersama pasukan Task Force 141. Sampai satu momen dalam sebuah misi ke sierra leone dan Somalia untuk mengejar Makarov.

Misi pengejaran ini membawa Soap terus berpindah ke Praha, Ceko. Di sebuah hotel bernama hotel Lustig, Price merencanakan melakukan penyusupan sementara Soap dan Yuri siap membidik sebagai sniper.

Namun rencana tersebut sudah diketahui oleh Makarov, sama seperti apa yang dialami Zakhaev. Lokasi Soap dan Yuri kemudian ditanam bom dan diledakkan.

Soap mendorong Yuri, dan terjebak dalam radius ledakan serta terjatuh. Akan tetapi Soap tidak langsung mati, Dia menderita pendarahan hebat akibat luka parah ditambah puing-puing yang runtuh menerpanya.

Tepat sebelum ledakan, Soap memberitahu lokasi rahasia perlindungan rahasia, dan Price serta Yuri akhirnya membawa Soap ke sana hingga akhirnya gugur disaksikan Price (yang tetap menolak kematian Soap).

 

Baca Juga:  UniPin SEACA 2019 Sukses Selenggarakan Acara Cosplay Terbesar Se-Indonesia!

Leave A Reply

Your email address will not be published.